Informasi spasial untuk pengelolaan sawah
WebGIS ini menyajikan informasi indikatif mengenai sebaran dan kondisi pemanfaatan lahan sawah pada cakupan Lahan Baku Sawah (LBS) Provinsi Kalimantan Timur. Informasi digunakan untuk mendukung penelusuran wilayah prioritas, verifikasi lapangan, dan kajian lanjutan dalam penyusunan strategi rehabilitasi sawah.
10kabupaten/kota
46.640,03 hacakupan LBS kajian
5 kelasstatus pemanfaatan
Hasil pemetaan disajikan dalam kelas Aktif, Bera, Bera Lama, Semak Belukar, dan Alih Fungsi, dengan periode pengamatan Januari 2024–Agustus 2026. Informasi diperoleh melalui interpretasi citra satelit multitemporal dan penelaahan data pendukung.
Kerja sama kegiatan
Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur bekerja sama dengan Pusat Kajian Pengembangan Pertanian Berkelanjutan, Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman.
Hasil bersifat indikatif dan masih memerlukan pemeriksaan lanjutan. Kelas peta dan luasnya tidak merupakan penetapan definitif kondisi setiap bidang maupun lokasi dan luas sasaran rehabilitasi.
Metode penentuan sawah bera
Penentuan dilakukan dengan mengamati kondisi dan perubahan pemanfaatan lahan dari waktu ke waktu pada cakupan Lahan Baku Sawah. Informasi citra radar dan optik digunakan bersama untuk menyajikan gambaran indikatif kondisi lahan.
Alur umum identifikasi status pemanfaatan lahan sawah.Bagaimana membaca kelas bera?
Bera menunjukkan indikasi lahan yang tidak sedang digunakan untuk budidaya pada periode pengamatan. Bera Lama menunjukkan indikasi ketidakaktifan budidaya yang berlangsung lebih lama. Perbedaan kondisi antarwaktu membantu penafsiran status tersebut.
Hasil merupakan informasi indikatif. Kondisi setiap lokasi perlu dikonfirmasi melalui pemeriksaan lapangan sebelum digunakan untuk menetapkan sasaran atau tindakan rehabilitasi.